Mengapa Standar Cleanroom Sangat Penting?
Penerapan standar cleanroom yang umum bukan hanya soal formalitas, tetapi bagian penting dalam memastikan kualitas, keselamatan, dan kepatuhan regulasi di berbagai sektor industri.
1. Menjaga Keamanan Produk
Cleanroom membantu melindungi produk dari partikel, debu, atau mikroorganisme yang dapat merusak kualitas.
Contohnya:
- Dalam industri farmasi, partikel kecil bisa mencemari obat dan menurunkan efektivitasnya.
- Dalam industri semikonduktor, debu berukuran mikron bisa menyebabkan chip gagal berfungsi.
2. Kepatuhan terhadap Regulasi
Beberapa industri diatur oleh badan internasional seperti WHO, FDA, atau ISO, yang mewajibkan penerapan cleanroom sesuai standar tertentu. Ketidakpatuhan terhadap standar ini dapat berakibat pada sanksi hukum, penarikan produk, atau hilangnya kepercayaan pasar.
3. Efisiensi dan Konsistensi Produksi
Cleanroom menjaga kestabilan proses, mengurangi risiko downtime akibat kontaminasi, dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan kondisi lingkungan yang terkontrol, setiap batch produk memiliki kualitas yang konsisten.
Standar Cleanroom yang Berlaku di Indonesia
Di Indonesia, penerapan cleanroom harus mengikuti regulasi dan pedoman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), khususnya terkait persyaratan higiene dan sanitasi, kontrol lingkungan, dan pencegahan kontaminasi dalam proses produksi. Selain mengacu pada BPOM, beberapa standar internasional berikut masih dipakai untuk pembandingan teknis.
Berikut daftar standar acuan yang umum digunakan:
| Nama Standar | Lembaga Penerbit | Fokus Utama | Industri yang Menggunakan |
|---|---|---|---|
| CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) | BPOM RI | Pengendalian kontaminasi, desain ruang produksi | Farmasi |
| CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik) | BPOM RI | Persyaratan higienis, sanitasi, material ruang | Industri makanan & minuman |
| ISO 14644 | International Organization for Standardization | Klasifikasi kebersihan udara berdasarkan partikel | Elektronik, farmasi, aerospace |
| GMP (Good Manufacturing Practice) | WHO / FDA | Konsistensi kualitas, kebersihan proses | Farmasi, makanan, kosmetik |
| IEC 60364-7-703 | International Electrotechnical Commission | Sistem instalasi listrik bebas gangguan EMI/ESD | Elektronik, laboratorium |
| BS 5295 | British Standards Institution | Desain & operasi cleanroom (referensi tambahan) | Medis, laboratorium |
1. CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) – Standar Cleanroom Farmasi Indonesia
CPOB merupakan standar utama BPOM untuk fasilitas produksi obat. Di dalamnya tercantum persyaratan:
- desain fasilitas yang mencegah kontaminasi silang
- pengendalian alur material dan personel
- pemilihan material dinding, lantai, plafon
- sistem HVAC berfiltrasi HEPA
- monitoring kebersihan berkala
CPOB membagi area menjadi beberapa kelas kebersihan, terutama untuk proses steril (Kelas A–D).
2. CPPOB (Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik)
Untuk industri pangan, BPOM melalui CPPOB mensyaratkan:
- permukaan area produksi harus mudah dibersihkan
- kontrol aliran udara untuk mencegah debu
- sanitasi berkala
- pengendalian mikroba
- fasilitas penanganan bahan sensitif
Walau tidak selalu menyebut “cleanroom”, untuk produk pangan sensitif (misalnya susu bubuk, formula bayi), konsep cleanroom diterapkan.
3. ISO 14644 – Klasifikasi Kebersihan Udara
Standar internasional ini digunakan sebagai acuan teknis untuk klasifikasi partikel udara di cleanroom, terutama di elektronik dan farmasi.
Contoh klasifikasinya:
| Kelas ISO | Jumlah Partikel Maksimal ≥ 0.5 µm/m³ |
|---|---|
| ISO 1 | 10 |
| ISO 5 | 3.520 |
| ISO 7 | 352.000 |
| ISO 9 | 35.200.000 |
Di Indonesia:
- Farmasi umumnya menggunakan ISO 5–7
- Elektronik ISO 3–5
4. GMP (Good Manufacturing Practice)
Meski internasional, prinsip GMP selaras dengan peraturan BPOM.
Fokus utamanya:
- kontrol sanitasi personel
- dokumentasi proses
- desain ruang
- validasi pembersihan
BPOM mengadopsi konsep GMP di berbagai sektor.
5. IEC 60364-7-703 – Sistem Listrik Cleanroom
Mengatur aspek seperti:
- pencegahan gangguan elektromagnetik (EMI)
- sistem grounding
- proteksi dari listrik statis (ESD)
Sangat penting untuk laboratorium instrumentasi dan industri elektronik Indonesia.
Penerapan Cleanroom Menurut BPOM
Berdasarkan prinsip penilaian BPOM:
✅ ruang produksi harus mudah dibersihkan
✅ kontrol udara mengurangi debu/mikroba
✅ pencegahan kontaminasi silang
✅ sanitasi rutin tercatat
✅ personel wajib melalui higiene personal
Dokumen pendukung biasanya meliputi:
- SOP pembersihan
- catatan validasi
- monitoring mikrobiologi
- pelatihan personel
Mengapa Memilih Penyedia Cleanroom Profesional Penting

Membangun cleanroom yang memenuhi standar bukanlah hal sederhana.
Diperlukan keahlian teknis, peralatan khusus, dan pemahaman mendalam tentang standar cleanroom yang umum di industri Anda.
Sunrise Purification Technology
Sunrise Purification Technology dapat membantu perusahaan Anda membangun cleanroom yang memenuhi standar internasional. Kami menyediakan:
- Peralatan cleanroom berkualitas tinggi.
- Konsultasi desain dan instalasi.
- Solusi filtrasi udara dan ESD protection.
Baca juga: Standar Cleanroom yang Harus Dipenuhi oleh Berbagai Industri
FAQs (Frequently Asked Questions)
Apa fungsi utama cleanroom di industri modern?
Cleanroom berfungsi menjaga kebersihan udara agar bebas dari partikel, debu, dan mikroba yang dapat mengganggu proses produksi atau penelitian.
Mengapa standar cleanroom seperti ISO 14644 dan GMP penting diterapkan?
Karena kedua standar tersebut menjamin keamanan produk, konsistensi kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi internasional.
Apa perbedaan ISO 14644 dan GMP dalam penerapan cleanroom?
ISO 14644 mengatur klasifikasi kebersihan udara berdasarkan jumlah partikel, sedangkan GMP mengatur seluruh proses produksi agar tetap higienis dan aman.
Apakah semua industri wajib memiliki cleanroom?
Tidak semua, namun industri seperti farmasi, elektronik, makanan, dan medis diwajibkan untuk memiliki cleanroom sesuai standar tertentu.
Seberapa sering cleanroom perlu diuji dan disertifikasi ulang?
Biasanya dilakukan setiap 6–12 bulan sekali, tergantung tingkat risiko dan regulasi yang berlaku. Pengujian meliputi jumlah partikel, tekanan udara, serta performa filter HEPA/ULPA.



