Ada beberapa alasan mengapa banyak industry membutuhkan penggunaan ruang bersih, diantaranya adalah untuk tingkatkan kontrol kualitas, maksimalkan hasil produksi hingga untuk memastikan keselamatan.
Dalam sistem ruang bersih, kebersihan menjadi salah satu aspek yang dikontrol selain untuk mengendalikan kelembapan, suhu, suara, pencahayaan hingga getaran jika dibutuhkan.
3 Karakteristik Ruang Bersih
Secara umum, ada tiga karakteristik yang bisa mendefinisikan sebuah ruang bersih yaitu :
- Kebersihan permukaan internal dan seluruh peralatan yang ada di dalam ruang bersih, dimana semua permukaan harus bersifat halus dan kedap air, mudah untuk dibersihkan dan terbebas dari kontaminasi
- Pemeliharaan kualitas aliran udara, umumnya pada suhu dan tingkat kelembapan yang terkendali dengan baik
- Kontrol yang ketat pada staf memungkinkan akses ke ruang bersih
Penting untuk diketahui bahwa ruang bersih melindungi dari partikel yang ada di udara dan mengatur kelembapan, tekanan dan suhunya dengan baik. Ruang bersih melakukannya khususnya melalui sistem tekanan udara dan filter yang kompleks serta unit HVAC yang di desain secara khusus.
Sementara filter HEPA biasanya digunakan untuk menangkap partikel dengan ukuran 0,3 mikron dan lebih besar, ruang bersih dengan peringkat lebih tinggi juga akan menggunakan filter ULPA untuk menangkap kontaminan dengan ukuran yang lebih kecil.
Pertimbangan Konstruksi Desain Ruang Bersih
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan untuk pembuatan konstruksi dan desain ruang bersih mencakup:
- Tata letak lantai untuk memaksimalkan proses manufaktur atau proses yang dilakukan di dalam ruang bersih, termasuk di dalamnya untuk identifikasi area kerja yang kritis
- Tingkat kebersihan yang dibutuhkan di satu atau beberapa lokasi, terkadang fasilitas membutuhkan beberapa ruangan dengan tingkat kebersihan yang berbeda
- Identifikasi lokasi filter HEPA untuk aliran udara laminar searah, atau filter ULPA untuk aliran udara turbulen multi arah dan analisis tentang bagaimana hal tersebut bisa berpengaruh pada pola aliran udara di dalam ruang bersih
- Memenuhi persyaratan untuk komunikasi elektronik dan perpipaan untuk keperluan proses di dalam ruang bersih
Desain ruang bersih dibuat secara khusus untuk memperhitungkan alur proses dan pergerakan personel di dalamnya. Jika desain ruang bersih dibuat tanpa standar dan persyaratan yang berlaku maka beresiko menyebabkan terjadinya:
- Kontaminasi silang antar area ruang bersih
- Adanya kemacetan logistik dalam ruang yang terbatas
- Waktu produksi yang lebih lama disebabkan adanya alur produksi yang kurang efisien
- Biaya tinggi untuk melakukan modifikasi ulang di masa yang akan datang
Ketahui Hal ini Sebelum Pembuatan Desain Cleanroom
Ada beberapa poin dasar yang penting untuk diperhatikan dalam pembuatan desain cleanroom yang memaksimalkan alur produksi yaitu :
Tata Letak Yang Efisien
Usahakan untuk merencanakan tata letak yang bisa memberikan alur kerja yang terstruktur dan lancar. Perhitungkan dari mulai masuknya material, proses produksi hingga proses akhir untuk pengiriman produk. Hindari adanya kemacetan alur produksi atau jalur yang terlihat rumit dan berbelit-belit.
Susun perlengkapan yang dibutuhkan di ruang bersih dengan mempertimbangkan kebutuhan proses dan ruang yang tersedia. Sebisa mungkinkan hindari peletakan peralatan secara sembarang karena beresiko sebabkan gangguan pada alur produksi.
Buat Zonasi Ruang
Sebaiknya pisahkan area sesuai dengan tingkat kebersihan dan aktivitas yang dilakukan. Contohnya untuk zona pengolahan, pengemasan dan penyimpanan dipisahkan sesuai kebutuhannya. Manfaatkan penggunaan sistem airlock atau passbox untuk sistem transisi antar zona sesuai kebutuhan.
Buat Alur Proses Produksi Yang Sederhana
Buat alur one-way flow untuk personel dan material untuk masuk ke area ruang bersih dengan baik sehingga tidak beresiko saling bersilangan. Selain itu, usahakan untuk meminimalisir jarak tempuh antar proses yang dilakukan di ruang bersih sehingga bisa mengurangi waktu dan peluang untuk lakukan kesalahan.
Kontrol HVAC Dan Tekanan Udara
Usahakan untuk membuat desain ventilasi yang mendukung pola aliran udara laminar atau turbulen sesuai dengan kebutuhan ruang bersih. Terapkan juga tekanan positif atau negatif pada lokasi tertentu sehingga bisa mencegah dan meminimalisir terjadinya perpindahan kontaminan.
Aliran udara searah bisa digunakan untuk memastikan kebersihan secara optimal khususnya di lokasi produksi yang sensitif. Gunakan filter HEPA atau ULPA untuk menghilangkan partikel halus dari udara dengan tujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Lakukan pengaturan suhu dan kelembapan dengan tepat sehingga bisa terhindar dari masalah seperti pertumbuhan mikroorganisme atau pembentukan kondensasi.
Pemilihan Bahan Dan Finishing
Untuk membuat ruang bersih usahakan untuk menggunakan bahan material yang tahan pada bahan kimia, bersifat mudah untuk dibersihkan dan tak menghasilkan partikel (non-shedding). Panel EPS menjadi alternatif pilihan yang tepat karena mempunyai kelebihan lebih tahan air, permukaan yang rata, tahan panas dan kedap udara. Lakukan finishing dengan optimal pada bagian dinding, lantai dan plafon di ruang bersih sesuai dengan standar ISO 14644.
Rancang Prosedur Kebersihan Dan Pemeliharaan Ruang Bersih
Tentukan prosedur pembersihan ruang bersih secara rutin dari mulai pembersihan lantai, dinding dan peralatan yang ada di dalam ruang bersih.
Pastikan untuk menggunakan bahan dan peralatan pembersihan yang sesuai untuk ruang bersih seperti alat pembersih udara, mesin penyedot debu dan alat pembersih lainnya. Jangan lupa untuk memberikan edukasi pada staf atau personal ruang bersih tentang prosedur kebersihan dan pemeliharaan ruang bersih yang benar.
Dengan memperhatikan beberapa poin penting yang disebutkan di atas, maka dipastikan penggunaan ruang bersih bisa efektif untuk membantu meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga kerja.
Selain untuk mendukung kepatuhan pada standar yang berlaku yaitu ISO, GMP dan HACCP, juga untuk mempercepat alur material dan mengurangi resiko kontaminasi silang serta meminimalisir terjadinya kesalahan pada prosesnya.
Berencana untuk membangun cleanroom yang efisien dan sesuai standar yang berlaku? Dapatkan konsultasi gratis untuk desain cleanroom yang bisa optimalkan alur kerja dan proses produksi Anda hanya di Sunrise Purification. Kunjungi situs kami untuk dapatkan bantuan dari tim ahli dan berpengalaman dari kami.
Frequently Asked Questions
Apa saja pertimbangan desain ruang bersih?
Prinsip dasar desain ruang bersih meliputi kontrol tekanan udara, kontrol kelembapan dan penyaringan udara. Spesifikasi desain ini sangat penting untuk mencapai klasifikasi ISO yang tepat. Mengenai partikel di ruang bersih, penyaringan udara adalah cara partikel disaring.
Apa yang dimaksud dengan ruang bersih atau clean room?
Ruang bersih atau clean room adalah sebuah ruang lingkungan dengan kontrol tertutup yang ada di dalam fasilitas penelitian atau manufaktur. Ruang bersih didesain untuk bisa mengendalikan tingkat kontaminasi, tekanan, suhu dan kelembapan sehingga bisa memenuhi kondisi lingkungan tertentu.
Apa standar ISO 8 untuk ruang bersih?
Eropa dan seluruh dunia menggunakan sistem klasifikasi ruang bersih ISO untuk semua industry kecuali semikonduktor. Ruang bersih ISO-8 diwajibkan untuk mempunyai 20 kali pergantian udara setiap jamnya dengan udara yang disaring dengan menggunakan HEPA filter, dan jumlahnya kurang dari 29.300 partikel/meter 3 yang lebih besar atau sama dengan 5 mikron.
Berapa tingkat hunian ruang bersih?
Ruang bersih mempunyai tiga status hunian yang berbeda, meliputi saat dibangun, pemasangan selesai, ruang bersih sudah siap dan beroperasi namun tak ada peralatan, material atau personel di dalamnya. Saat sedang tak digunakan, pemasangan selesai dan ruang bersih sudah siap dan beroperasi dengan menggunakan peralatan yang disepakati, tanpa personel di dalam ruangannya.



