Pada sebuah lingkungan ruang bersih, seberapa baik kualitas HEPA filter menjadi faktor utama yang menentukan tingkat kebersihan dan pengendalian kontaminasi bisa dilakukan dengan optimal.
Seiring berjalannya waktu, performa filter bisa mengalami penurunan kualitas yang disebabkan adanya penumpukan partikel. Maka penting untuk dilakukan validasi HEPA filter secara berkala, salah satunya dengan menggunakan bantuan perangkat particle counter.
Cara Validasi HEPA Dengan Particle Counter Dengan Jadwal Rutin
Proses validasi HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter dengan menggunakan bantuan Particle Counter merupakan sebuah proses untuk memastikan filter HEPA bisa berfungsi dengan baik serta sesuai dengan standar yang ditetapkan. Proses tersebut melibatkan tahapan pengujian dan pengukuran jumlah partikel yang berhasil ditangkap oleh filter.
Particle Counter menjadi salah satu alat yang sering dipakai untuk mengukur kualitas udara, dengan cara mendeteksi serta menghitung partikel mikroskopis di udara, seperti serbuk, debu, asap dan partikel lainnya yang beresiko bisa membahayakan kesehatan. Alat ini tersedia dalam dua jenis yaitu :
- Handheld yaitu alat pengukur kualitas udara yang mempunyai bentuk portable dan mudah digunakan di lapangan
- Benchtop, alat pengukur kualitas udara yang digunakan di laboratorium untuk melakukan analisis secara mendalam sehingga memperoleh hasil dengan tingkat akurasi yang tinggi
Jenis particle counter yang banyak digunakan untuk ruang bersih diantaranya mempunyai spesifikasi sebagai berikut:
- Mempunyai tingkat akurasi yang tinggi sehingga bisa memastikan pengukuran partikel dengan tepat dan terpercaya
- Mudah untuk digunakan diantaranya dengan cara pengoperasian alat yang mudah serta mempunyai sistem antarmuka yang lebih ramah pengguna
- Mempunyai kemampuan untuk mengukur berbagai jenis ukuran partikel sehingga bisa memenuhi berbagai standar ISO yang berlaku
- Mampu merekam dan melaporkan data dengan tersedianya fitur pencatatan secara otomatis sehingga bisa menghasilkan laporan yang berguna untuk analisis lebih lanjut
Langkah-langkah Menggunakan Particle Counter
Di bawah ini adalah beberapa langkah untuk menggunakan particle counter yaitu :
1. Persiapkan alat
Langkah yang pertama adalah dengan mempersiapkan alat particle counter yang akan digunakan dengan cara memastikan alat dalam kondisi baik serta baterai terisi penuh (terutama untuk tipe portable). Lakukan kalibrasi alat sesuai dengan instruksi dari pabrik sehingga bisa dipastikan hasilnya akurat. Jangan lupa untuk membersihkan bagian inlet sensor sehingga bisa terhindar dari resiko kontaminasi hasil pengukuran.
2. Tentukan lokasi pengukuran
Tentukan lokasi atau area yang ingin dilakukan pengukuran contohnya ruang produksi, ruang kerja atau ruang bersih. Jangan lupa untuk memilih titik-titik sampling sesuai dengan layout ruang bersih dan desain aliran udara, Anda juga bisa menggunakan sistem grid atau metode lainnya yang representative. Usahakan area yang diukur bersih dan dipastikan tak ada gangguan selama proses pengukuran dilakukan salah satunya dengan menghindari memilih pengukuran di area dekat pintu.
3. Lakukan pengaturan parameter pengukuran
Tentukan ukuran partikel yang ingin dideteksi dengan menggunakan particle counter, contohnya dengan ukuran 0,3 μm, 0,5 μm dan 5,0 μm. Jangan lupa untuk memilih waktu pengambilan sampel dengan menentukan durasi pengukuran dan jarak interval pengambilan sampel. Selain itu, volume udara yang akan diambil sampelnya juga wajib diatur misalnya liter/menit sesuai kebutuhan pengukuran.
4. Proses pengambilan sampel
Lakukan pengukuran jumlah partikel yang dibutuhkan pada ukuran kritis, biasanya pada ukuran lebih besar dari 0,3 μm dan lebih besar dari 0,5 μm. Selanjutnya bandingkan hasil pengukuran dengan batas maksimum dari ISO 14644-1 atau regulasi secara internal.
5. Mulai pelaksanaan pengukuran
Nyalakan alat particle counter lalu mulai proses pengambilan sampel yang akan dilakukan. Letakkan alat pada lokasi yang sudah ditentukan kemudian ambil sampel udara dan hitung jumlah partikel pada berbagai ukuran. Disarankan untuk mendiamkan alat hingga proses pengukuran selesai (umumnya membutuhkan waktu beberapa detik hingga menit sesuai volume udara) dan pastikan untuk terhindar dari gangguan apapun selama pengukuran dilakukan.
6. Lakukan pembacaan hasil pengukuran
Tunggu beberapa waktu setelah pengukuran selesai dilakukan, hasil pengukuran yang Anda butuhkan akan tampil di layar alat Particle Counter. Hasil pengukuran umumnya menunjukkan jumlah partikel sesuai dengan ukuran (misalnya : 2.500 partikel/ft3 untuk ukuran 0,5 μm ). Lakukan pencatatan hasil pengukuran dengan cermat dan teliti, jangan lupa simpan hasil pada penyimpanan alat atau segera unduh untuk keperluan analisis berikutnya.
7. Analisis data hasil pengukuran
Bandingkan hasil pengukuran dengan menggunakan standar kualitas udara yang relevan (contohnya ISO 14644 untuk kebutuhan ruang bersih). Anda juga bisa menggunakan data untuk menentukan apakah perlu dilakukan tindakan perbaikan seperti peningkatan kinerja filtrasi atau ventilasi udara. Hitung juga persentase partikel yang berhasil ditangkap oleh HEPA filter, kemudian lakukan analisis data untuk mengidentifikasi masalah jika memang terjadi masalah.
Jika pada analisis hasil pengukuran terjadi kelebihan partikel, maka penting untuk dilakukan investigasi dan perbaikan yang dibutuhkan. Jika filter HEPA tidak lulus proses validasi, maka segera dilakukan penggantian dan perlu mengulang proses pengujian.
Selain mengikuti langkah yang disebutkan di atas, ada beberapa tips penggunaan yang penting untuk diperhatikan untuk menggunakan alat Particle Counter yaitu :
- Usahakan untuk melakukan pengukuran secara berkala dengan menggunakan particle counter untuk memantau perubahan kualitas udara secara akurat
- Gunakan alat particle counter dengan melakukan pengukuran sesuai petunjuk penggunaan manual dari produsen
- Penting untuk bisa menghindari penggunaan alat di lokasi pengukuran yang lembab atau berdebu secara ekstrim yang beresiko bisa merusak sensor alat pengukuran
- Pastikan alat pengukuran sudah terkalibrasi secara teratur dan ikuti standar ISO 21501-4 untuk prosedur kalibrasi serta validasi
Untuk jadwal validasi HEPA yang disarankan adalah dengan menggunakan ketentuan berikut :
- Setiap 6 bulan sekali (sesuai dengan standar ISO 14644-2 dan GMP)
- Setelah dilakukan pemasangan atau penggantian filter yang baru
- Setelah terjadi peristiwa kritis misalnya pemadaman listrik, potensi kontaminasi dan renovasi bangunan
Segera pastikan HEPA filter yang Anda gunakan bisa bekerja secara optimal. Lakukan validasi HEPA filter sekarang juga dengan menggunakan bantuan tim professional dan alat particle counter yang sudah tersertifikasi. Hubungi tim kami di https://migrate.sunrisepurification.com/ untuk dapatkan konsultasi gratis dan jadwal pengecekan rutin sesuai kebutuhan Anda.
Frequently Asked Questions
Bagaimana penghitung partikel dikalibrasi?
Kalibrasi dilakukan dengan cara membandingkan nilai ukuran dan jumlah partikel polidispersi, khususnya aerosol atmosferik yang diukur dengan menggunakan alat pengukur terkalibrasi. Alat pengukur yang digunakan sudah terkalibrasi dengan nilai ukuran dan jumlah partikel yang diukur dengan menggunakan alat penghitung, yang ditetapkan sebagai standar.
Mini particle counter untuk apa?
Pada dasarnya Particle Counter merupakan sebuah alat uji lingkungan yang digunakan untuk mengukur jumlah partikel di udara. Dengan menggunakannya maka Anda bisa memantau kualitas udara yang ada di dalam suatu ruangan. Partikel udara seperti debu kecil dan tak kasar mata bisa dihitung dengan menggunakan alat ini.
Berapa ISO untuk kalibrasi penghitung partikel?
Secara khusus, ISO 21501-4 menyediakan prosedur kalibrasi dan metode verifikasi untuk penghitung partikel di udara dengan tujuan untuk meminimalkan pengukuran yang tak akurat sekaligus untuk mengurangi variasi antara instrument yang berbeda.
Bagaimana cara kerja penghitung partikel?
Penghitung partikel membutuhkan aliran udara melalui saluran masuk dan menggunakan sumber cahaya untuk menerangi partikel yang melewati volume tampilan, saat cahaya mengenai partikel, cahaya tersebut kemudian tersebar, yang diubah menjadi sinyal oleh foto detektor yang memberitahu penghitung partikel berapa ukuran partikel tersebut dan saluran apa.



